Rabu, 25 Juni 2014

  Menggali sumur kehidupan 





       
Lain barat lain timur. Keduanyah bertumbuh indah  di tempat masing-masing, oang Barat melihat kehidupan  sebagai perjuangan. di Timur (kendati tidak semua setuju) kehidupan di pandang sebagai serangkaian keindahan. Perhatikan pesan para tetua di Jawa: “kehidupan sesungguhnyah hanya pemberhentian sementara untuk meminum teh.”

Pertama-tama, kehidupan ini singkat sehingga tidak disarankan untuk mengisinyah dengan hal-hal negatif, apalagi destruktif. Kedua, disini kita beristirahat sebentar untuk meminum teh. Meminum teh menjadi keindahan jika dilakukan perlahan dengan penuh rasa syukur . ketiga, dalam filsafat Timur, teh adalah simbol kesadaran. Maka itu, di Jepang ada The art of tea (seni minum teh). Intinyah menjalani kehidupan dengan penuh kesabaran .

Ringkasan, kehidupan memberikan pilihan-pilihan. Di antaranyah pilihan menentukan kemana manusia akan pergi setelah mati (we are what we choose). Karena begini keadaannya,   banyak guru di Timur menyarankan muridnyah untuk hidup penuh kesadaran. Oleh karena itu, ada yang berpendapat happiness is a choice. Bahkan kebahagiaan pun sebuah pilihan.
Pilihan lain, ada yang hannya memikirkan kebahagiaan sendiri, dan ini berujug pada banyak penderitaan. Ada yang memikirkan kebahagian makhluk lain, kemudian menikmati kebahagiaan paripurna (ultimate happiness). Ini pun sebuah pilihan! 

Buku ini tampaknyah mengambil jalur kedua: berbahagia dengan membuat pihak lain berbahagia. Sebagai hasilnyah permainan di taman kehidupan tidak saja lebih ramai, tetapi juga lebih membawa makna. Terutama karena makna adalah bangunan yang di rangkai bersama.
Sayangnyah, tidak selalu permainan di tandai oleh kegembiraan-kegembiraan. Kadang ditandai oleh sejumlah hal yang tidak mengenakan. Oleh karena itu, ada yang pernah berpesan jika kehidupan seperti menggali sumur. Di permukaan akan bertemu lumpur. Hanya jika terus menggali dalam-dalam dapat menemukan kejernihan.

Untuk itu, silahkan menggunakan buku ini untuk menggali dalam-dalam kehidupan. Tatkala baru menggal, siap-siaplah berjumpa lumpur (dicap munafik , dicerca, dihina, sok suci, dan lain-lain), tetapi teruslah menggali. Dengan ketekunan dan berkah spiritual yang cukup, suatu waktu kehidupan  akan memperlihatkan wajah jernihnyah (kebahagian, kedamaian, keheningan, dan keikhlasan).


Selamat menggali. Semoga semua berjumpa air jernih kehidupan!



potingan ini saya ambil dari buku yang banyak menginsfirasi saya waloupun itu cuman pinjam dari seseorang yang sudah saya anggap sebagai kaka sendiri, niatnyah saya ingin membeli tapi belum sempet tapi suatu saat pasti saya akan membeli bukunyah, insya Alloh. pasti anda ingin tau kan judul buku yang saya maksud baik tanpa ada pemaksaan saya dengan sangat terhormat saya akan memberi tahukan apa itu judul buku yang saya maksud yaitu jreng jreng,......" HAPPINESS INSIDE" karya Gobind Vashdev
          baik terima kasih atas perhatiannyah bila ada salah-salah kata mohon di maafin ya sesungguhnyah kita sebagai manusia hanya bisa merancang tuhanlah yg menentukan" WASALAM

               jangan lupa beli buku nyah yooo!!!